Tiga Santriwati Al-Furqan Bantaeng Khatam 30 Juz, Perjalanan Belum Selesai

IMG-20260817-WA0401

𝐁𝐀𝐍𝐓𝐀𝐄𝐍𝐆 | π‰πžπ£πšπ€πŠπ«π’π¦π’π§πšπ₯.𝐦𝐲.𝐒𝐝 – Tiga santriwati Takhassus Tahfidzul Qur’an Pondok Pesantren Putri Al-Furqan menuntaskan hafalan Al-Qur’an hingga 30 juz.

Ketiganya yakni Nur Fadilah Kadir, Nurul Aenul Anshar, dan Reski Aulia Putri. Khataman 30 juz dilaksanakan pada Ahad, 16 Agustus 2026, di Rumah Karantina Takhassus Tahfidzul Qur’an, Lingkungan Asayya, Kelurahan Ereng-Ereng, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Minggu (16/8/2026) kemarin.

Khataman tersebut menjadi salah satu capaian penting bagi ketiga santriwati setelah melalui proses panjang dalam menghafal dan menjaga hafalan Al-Qur’an.

Perjalanan menghafal 30 juz tidak hanya membutuhkan kemampuan mengingat ayat demi ayat, tetapi juga kesabaran, kedisiplinan dan ketekunan untuk terus mengulang hafalan.

Karena itu, penyelesaian 30 juz tidak dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Justru, setelah hafalan dituntaskan, tanggung jawab untuk menjaganya menjadi bagian penting yang harus terus dilakukan.

Pimpinan Pondok Pesantren Putri Al-Furqan, KH. Ahmad Kurnia, S.Ag., dalam sambutannya mengingatkan para santriwati agar tidak berhenti setelah menyelesaikan hafalan.

β€œJangan pernah merasa selesai hanya karena sudah hafal 30 juz. Teruslah menjaga hafalan, menjaga salat, menjaga akhlak, dan menjaga hati,” pesannya.

Menurutnya, menjadi hafizah bukan hanya tentang kemampuan menghafal seluruh isi Al-Qur’an. Lebih dari itu, hafalan tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan.

β€œKarena menjadi hafizah bukan hanya tentang mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi tentang bagaimana Al-Qur’an menjadi jalan hidup,” lanjutnya.

Pesan tersebut juga menjadi perhatian bagi Abdul Kadir, orang tua Nur Fadilah Kadir. Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh ustazah, pembina dan keluarga besar Pondok Pesantren Putri Al-Furqan yang telah mendidik putrinya.

β€œKami ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh ustazah, pembina, dan keluarga besar Pondok Pesantren Putri Al-Furqan yang telah mendidik, membimbing, dan menjaga anak kami selama berada di pondok,” ujar Abdul Kadir.

Ia mengaku bersyukur atas ilmu dan bimbingan yang telah diberikan selama putrinya menjalani pendidikan di pesantren.

β€œTerima kasih kepada Pondok Pesantren Putri Al-Furqan atas segala ilmu dan bimbingannya,” katanya.

Abdul Kadir juga berpesan kepada anak-anak yang telah menyelesaikan hafalan agar tidak hanya mengejar target hafalan, tetapi terus membaca Al-Qur’an sehingga hafalan yang telah diperoleh tetap terjaga.

β€œPesan kepada anak-anak, jangan cuma menghafal. Terus membaca Al-Qur’an agar hafalan terus konsisten dan dapat diingat,” tuturnya.

Menurutnya, capaian 30 juz seharusnya menjadi motivasi untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur’an, bukan menjadi alasan untuk berhenti setelah target hafalan tercapai.

Khataman 30 juz yang diraih Nurul Aenul Anshar, Reski Aulia Putri dan Nur Fadilah Kadir pun menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga dan lingkungan pesantren.

Namun, di balik capaian tersebut terdapat tanggung jawab yang tidak kalah penting, yakni menjaga hafalan agar tetap melekat dan terus diamalkan.

Hafalan Al-Qur’an membutuhkan murajaah dan pembacaan secara berkelanjutan. Demikian pula nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan dapat tercermin melalui sikap, ibadah dan akhlak para santriwati.

Dengan demikian, khataman 30 juz bukanlah garis akhir bagi ketiga santriwati Al-Furqan.

Khataman justru menjadi awal dari perjalanan baru untuk menjaga hafalan, menjaga akhlak, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.