Tim PKM-RE Farmasi Unhas Ciptakan Inovasi βSemprot Jadi Gelβ untuk Lawan Infeksi Jamur pada Ulkus Kaki Diabetik
ππππππππ | πππ£ππ€ππ«π’π¦π’π§ππ₯.π¦π².π’π – Luka kaki pada penderita diabetes bukan sekadar luka biasa. Ketika sulit sembuh dan disertai infeksi, kondisi ini dapat berkembang menjadi diabetic foot ulcer (DFU) atau ulkus kaki diabetik yang membutuhkan penanganan serius.
Menjawab tantangan tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2026 Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan AMPHERO. Inovasi ini berupa sistem penghantaran obat antijamur berbentuk sprayable thermosensitive in situ gel yang dirancang khusus untuk mendukung terapi infeksi jamur pada DFU.
Mengusung konsep βsemprot jadi gelβ, AMPHERO memanfaatkan amphotericin B (AmB) yang dienkapsulasikan ke dalam microsphere dan terintegrasi dengan nanokomposit MgO/CuO. Sistem tersebut kemudian diformulasikan menjadi sediaan yang dapat disemprotkan langsung pada area luka.
Pendekatan ini dirancang untuk memungkinkan penghantaran obat secara lokal sehingga sediaan dapat diaplikasikan langsung pada area yang menjadi target terapi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus meminimalkan efek samping.
Pemilihan amphotericin B bukan tanpa alasan. AmB merupakan salah satu antijamur penting dalam terapi infeksi jamur, tetapi penggunaannya secara sistemik memiliki sejumlah keterbatasan, termasuk potensi efek samping dan kebutuhan pemberian melalui rute parenteral.
Sementara itu, pengembangan AmB dalam bentuk topikal yang secara khusus ditujukan untuk infeksi pada ulkus kaki diabetik masih relatif terbatas. Oleh karena itu, inovasi ini hadir untuk mengisi kekosongan tersebut.
βAmphotericin B dipilih karena merupakan salah satu antijamur penting dalam terapi infeksi jamur. Namun, penggunaan secara sistemik memiliki keterbatasan, terutama terkait risiko efek samping. Di sisi lain, pengembangan AmB topikal untuk infeksi pada ulkus kaki diabetik masih sangat terbatas,β ujar Ketua Tim PKM-RE, Rangga Hardhiansyah Hafid.
βKarena itu, kami melihat peluang untuk mengembangkan sistem penghantaran obat yang dapat diaplikasikan secara lokal pada area luka,β lanjut Rangga.
Keunggulan AMPHERO terletak pada cara aplikasinya yang sederhana. Sediaan cukup disemprotkan pada permukaan luka, kemudian bertransformasi menjadi gel ketika mencapai suhu fisiologis tubuh.
Perubahan tersebut diharapkan membantu mempertahankan sediaan pada area target sekaligus mendukung pelepasan obat secara lebih terkontrol. Hal ini tentu akan sangat membantu pasien dalam proses penyembuhan luka.
βKami tidak hanya berfokus pada bagaimana obat dapat dilepaskan secara terkontrol, tetapi juga pada kemudahan penggunaannya. Sediaan dirancang cukup disemprotkan pada area luka, kemudian berubah menjadi gel ketika mencapai suhu tubuh, dengan penggunaan yang dirancang sekali sehari,β jelas Rangga.
Untuk memastikan performanya, penelitian dilakukan melalui serangkaian tahapan, mulai dari formulasi dan karakterisasi sistem, pengujian pelepasan obat, evaluasi penghantaran pada jaringan, hingga pengujian aktivitas antijamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AmB-MCP-STSG memiliki potensi sebagai sistem penghantaran AmB secara lokal dengan pelepasan obat yang lebih terkontrol serta kemampuan mempertahankan obat pada area target.
Inovasi ini menjadi langkah awal dalam pengembangan sistem penghantaran antijamur yang tidak hanya mengedepankan efektivitas penghantaran, tetapi juga kepraktisan aplikasi. Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengevaluasi aspek keamanan, efektivitas, stabilitas, dan performa melalui pengujian yang lebih komprehensif sebelum diarahkan menuju pengembangan klinis.
Penelitian ini diketuai oleh Rangga Hardhiansyah Hafid, dengan anggota Gabriel Chandrawan, Amirul Mukhlisin Nurdin, dan Khusnul Khatimah Raudatullah dari Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, serta A. Divya Azzahra dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Penelitian dilaksanakan di bawah bimbingan Rifka Nurul Utami, S.Si., M.Sc., Apt., dosen Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin. Melalui AMPHERO, tim berharap dapat membuka peluang baru bagi pengembangan teknologi penghantaran obat antijamur berbasis lokal yang lebih praktis dan terarah.






