Polres Gowa Serapkan Edukasi Narkoba Ke Pelajar PPTQ AL-IMAM ASHIM – ‘Mereka Aset Masa Depan Bangsa’

IMG-20260121-WA0323

π†πŽπ–π€ | π‰π„π‰π€πŠπŠπ‘πˆπŒπˆππ€π‹.𝐌𝐘.πˆπƒ – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gowa menggelar kegiatan sosialisasi serta penyuluhan bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, sasaran utama para pelajar PPTQ AL-Imam Ashim Makassar Kampus Putri yang berlokasi di Jalan Macanda 2 Kelurahan Bontoramba Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

Kegiatan yang digelar pada hari Rabu (21/01/2026) dihadiri sekitar 50 siswa-siswi, sebagai bagian dari upaya preventif institusi kepolisian dalam membendung penyebaran narkoba di kalangan generasi muda.

Acara yang berlangsung mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai diisi dengan rangkaian materi edukatif yang komprehensif. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen berkelanjutan Polres Gowa untuk memberikan pemahaman yang mendalam terkait ancaman narkoba sejak tahap awal, sehingga para pelajar dapat memiliki wawasan yang jelas mengenai risiko yang akan dihadapi jika terlibat dalam masalah yang satu ini.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Gowa, IPTU Firman, S.H., M.H., menjelaskan bahwa sosialisasi ini bukan hanya sekadar penyampaian informasi, melainkan upaya untuk membangun kesadaran bersama tentang dampak luas yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba.

β€œKami hadir di sini untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada para pelajar terkait bahaya narkoba, mulai dari aspek kesehatan yang merusak tubuh dan pikiran, konsekuensi hukum yang harus ditanggung, hingga dampak fatal bagi masa depan mereka sendiri dan keluarga,” ujarnya.

Materi yang disampaikan oleh IPTU Firman meliputi berbagai aspek penting, antara lain pengertian narkoba beserta jenis-jenis yang beredar di masyarakat, hubungan antara kenakalan remaja dengan penyalahgunaan zat adiktif, pola kerja peredaran gelap yang seringkali menyasar kalangan muda, strategi praktis untuk menghindari godaan narkoba, serta sanksi hukum yang berlaku bagi setiap pelaku baik sebagai pengguna maupun pengedar.

Untuk meningkatkan kualitas pemahaman peserta, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab yang interaktif serta dialog langsung antara pemateri dengan para pelajar dan guru. Beberapa pertanyaan yang diajukan menyentuh tentang cara mengenali bentuk narkoba yang seringkali disamarkan sebagai barang konsumsi sehari-hari, hingga langkah yang harus diambil jika menemukan teman atau kerabat yang terjerumus dalam masalah narkoba.

IPTU Firman menegaskan bahwa upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak dapat dilakukan secara tunggal oleh kepolisian saja. Peran aktif dari semua pihak terkait, terutama sekolah sebagai lingkungan pembelajaran dan keluarga sebagai pondasi utama pendidikan karakter, sangat diperlukan dalam menjaga keutuhan dan masa depan generasi muda.

β€œPelajar adalah aset berharga bagi bangsa dan negara. Karenanya, pencegahan harus dimulai sejak dini melalui tiga pilar kolaboratif: edukasi yang tepat, pengawasan yang bijak, dan kerja sama sinergis antara kepolisian, sekolah, serta orang tua,” tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung dengan sangat tertib dan aman tersebut ditutup sekitar pukul 12.00 WITA, dengan antusiasme yang tinggi dari seluruh peserta. Banyak siswa yang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi ini, mengaku mendapatkan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat untuk melindungi diri sendiri dan lingkungan sekitar dari ancaman narkoba.

Pada akhir acara, IPTU Firman menyampaikan harapannya bahwa kegiatan ini dapat menjadi awal dari perubahan positif di lingkungan pendidikan.

β€œSemoga para pelajar yang telah mendapatkan pemahaman ini tidak hanya mampu menjaga diri dari godaan narkoba, tetapi juga dapat berperan sebagai agen perubahan yang aktif dalam menyebarkan pesan bahaya narkoba kepada teman-teman sebaya dan masyarakat luas,” pungkasnya. (*)

LP : Fhaa